7 Dampak Mengerikan Banyak Konsumsi Gula Tambahan

4 Likes Comment
bahaya Asupan gula Tambahan

Dimulai dari camilan hingga kue yang memiliki harga selangit, gula tambahan seringkali ditemukan di hampir semua produk makanan modern saat ini. Selain itu, dikarenakan gaya hidup yang serba cepat saat ini, banyak orang lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan cepat saji atau instan yang tidak memerlukan banyak waktu dalam memprosesnya.

Padahal, kebanyakan makanan instan tersebut sangatlah penuh dengan gula tambahan, sehingga tak jarang diantara kita melebihi batas wajar konsumsi dari gula tersebut tanpa disadari sama sekali.

Parahnya, konsumsi gula berlebih sudah menjadi penyebab utama seseorang terkena obesitas dan berbagai macam penyakit kronis lainnya, termasuk diabetes tipe-2.

Jika anda masih tetap ingin sembarangan jajan tanpa memikirkan kandungan gula dari makanan tersebut, berhati-hatilah terhadap beberapa efek samping yang mungkin akan segera menyerang anda. Beberapa diantaranya sudah kami paparkan secara lengkap di bawah ini.

Bahaya Konsumsi Gula Tambahan

Menaikkan Berat Badan

Tingkat obesitas semakin meningkat di zaman modern saat ini, hal ini sebagian besar disebabkan oleh pola makan yang kaya akan gula tambahan, terutama dari minuman manis dan bersoda.

Minuman manis seperti soda, jus, dan teh manis sangatlah dikemas dengan fruktosa, yaitu sejenis gula sederhana yang sangat tidak menyehatkan.

Mengkonsumsi fruktosa tentunya bisa meningkatkan perasaan lapar dan mendorong anda untuk makan lebih banyak makanan manis.

Kebiasaan ini pada akhirnya akan membuat anda mengkonsumsi gula dalam jumlah besar dan menyebabkan resistensi leptin. Leptin sendiri adalah hormon yang mengatur perasaan lapar dan bertugas dalam memberitahu tubuh agar segera berhenti mengunyah setelah anda kenyang. Namun, bagi penderita resistensi leptin, efek tersebut tidak akan mereka rasakan.

Selain itu, minuman manis juga tidak akan membuat anda merasa kenyang, bahkan akan membuat anda semakin lapar dan berpotensi makan berlebih. Alhasil, anda pun beresiko terkena berat badan berlebih.

Penelitian sendiri bahkan telah menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi minuman manis seperti soda dan jus lebih mungkin mengalami kegemukan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

Ditambah lagi, mengkonsumsi minuman manis telah dikaitkan dengan meningkatnya lemak visceral, yaitu sejenis lemak yang menumpuk di area perut anda dan telah terkait dengan beberapa jenis penyakit mengerikan termasuk diabetes dan penyakit jantung. 

Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Pola makan tinggi akan gula juga telah dikaitkan dengan meningkatnya resiko anda terkena berbagai macam penyakit, termasuk penyakit jantung. Padahal, penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia. 

Bukti juga telah memperlihatkan bahwa pola makan tinggi akan gula bisa membuat anda terkena obesitas dan peradangan, serta meningkatkan kadar trigliserida, gula darah, dan tekanan darah tinggi. Semua kondisi tersebut merupakan faktor resiko anda terkena penyakit jantung.

Ditambah lagi, mengkonsumsi terlalu banyak gula telah dikaitkan dengan aterosklerosis, yaitu sejenis penyakit yang ditandai dengan endapan lemak yang menyumbat arteri.

Sebuah penelitian lainnya yang melibatkan 30 ribu orang juga memperlihatkan bahwa mereka yang mengkonsumsi 17-21% kalori dari gula tambahan lebih mungkin mengalami kematian akibat penyakit jantung sebanyak 38%.

Menyebabkan Jerawat

Pola makan yang tinggi akan karbohidrat rafinasi – termasuk makanan dan minuman manis – juga telah dikaitkan dengan tingginya resiko anda mengembangkan jerawat. Makanan-makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi bisa meningkatkan kadar gula darah anda secara cepat dibandingkan dengan makanan berindeks glikemik rendah.

Setelah kadar gula darah dan insulin anda meningkat drastis, maka akan meningkatkan pula sekresi androgen, yaitu produksi minyak dan peradangan yang semuanya memainkan peran terhadap perkembangan jerawat di kulit anda.

Meningkatkan Resiko Diabetes Tipe-2

Prevalensi diabetes telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini, dan itu terjadi di seluruh dunia. Meskipun banyak sekali alasan dibalik tragedi ini, tetapi kebanyakan disebabkan oleh konsumsi gula berlebih dan pola makan masyarakat modern yang kurang menyehatkan saat ini.

Sebut saja obesitas, yang seringkali disebabkan oleh asupan gula berlebih, telah dianggap sebagai faktor resiko terkuat seseorang terkena diabetes.

Terlebih lagi, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang sudah menyebabkan anda terkena resistensi insulin, yang akhirnya membuat kadar gula darah anda meningkat dan menyebabkan anda menderita diabetes tipe-2.

Meningkatkan Resiko Kanker

Tak hanya diabetes saja, mengkonsumsi gula berlebih juga bisa meningkatkan resiko anda mengembangkan kanker. Hal ini karena makanan dan minuman manis bisa membuat anda terkena obesitas, sementara obesitas pun bisa membuat anda terkena berbagai macam jenis kanker.

Terlebih lagi, pola makan tinggi akan gula juga bisa membuat anda terkena peradangan di tubuh dan menyebabkan resistensi insulin, yang mana keduanya menjadi faktor resiko seseorang terkena kanker yang mengerikan.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 430 ribu orang menemukan bahwa gula tambahan telah terkait secara positif dengan meningkatnya kanker kerongkongan, kanker pleura, dan kanker usus kecil. 

Meningkatkan Depresi

Siapa bilang makanan manis bisa menyembuhkan stres anda? Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan dan minuman manis malah akan membuat stres anda menjadi lebih parah, dan bahkan terkena depresi.

Jika anda merasa stres yang dialami hilang saat mengkonsumsi makanan manis, kemungkinan besar efek tersebut hanyalah sementara. Namun setelah anda berhenti mengunyah, gejala depresi pun bisa semakin parah.

Para peneliti pun percaya bahwa perubahan kadar gula darah, disregulasi neurotransmitter, dan peradangan yang terjadi dalam tubuh menjadi penyebab anda terkena gangguan mental tersebut.

Sebuah penelitian yang melibatkan 8 ribu orang selama 22 tahun pun memperlihatkan bahwa kaum pria yang mengkonsumsi 67 gram atau lebih gula per hari lebih mungkin mengembangkan depresi sebanyak 23% dibandingkan dengan kaum pria yang makan 40 gram gula atau kurang per harinya.

Mempercepat Proses Penuaan Kulit

Kerutan di kulit merupakan tanda dari penuaan alami di tubuh. Namun, tanda penuaan tersebut pun bisa muncul lebih cepat tergantung dari kondisi kesehatan anda saat ini. Selain itu, pilihan dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan anda terkena penuaan dini.

Produk Akhir Glikasi Lanjutan (AGEs – advanced glycation end products) adalah senyawa yang terbentuk oleh reaksi antara gula dan protein dalam tubuh anda. Produk ini diduga memainkan peran kunci terhadap penuaan kulit dini anda.

Sementara itu, mengkonsumsi karbohidrat rafinasi dan gula tambahan merupakan penyebab utama tubuh anda memproduksi AGEs, sehingga berpotensi membuat kulit anda menua lebih cepat tanpa anda sadari.

AGEs tersebut akan merusak kolagen dan elastin, yang mana keduanya merupakan protein yang membantu kulit tetap kencang dan terlihat lebih muda. Namun ketika kolagen dan elastin tersebut rusak, maka kulit anda pun akan kehilangan kekencangannya dan terlihat lebih kendur.

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja