7 Cara Ampuh Mengatasi Perut Kembung

5 Likes Comment
Cara Mengatasi Perut Kembung

Perut kembung tidak hanya sekedar masalah penampilan saja, melainkan bisa membuat anda merasa sulit bernafas dan tidak nyaman saat mengenakan celana. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kelebihan produksi gas atau adanya gangguan pada pergerakan otot-otot sistem pencernaan anda.

Secara sederhananya, penyebab perut kembung melibatkan kelebihan makanan padat, cairan, atau gas di dalam sistem pencernaan anda. Sekitar 16-30% orang-orang mengalami perut kembung dari waktu ke waktu, jadi kondisi kesehatan ini umum sekali terjadi.

Meskipun begitu, perut kembung juga terkadang bisa disebabkan oleh kondisi medis yang serius, dan seringkali disebabkan oleh pola makan yang kurang menyehatkan, atau intoleransi terhadap makanan tertentu.

Oleh karena itulah, penting sekali bagi anda untuk segera mengambil langkah pengobatan yang telah kami paparkan di bawah ini secara mendetail.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Perut Kembung?

Ketahui dan Hindari Makanan Penyebab Alergi

Intoleransi dan alergi terhadap makanan sangatlah umum terjadi. Ketika anda mengkonsumsi makanan yang tubuh anda intoleran terhadapnya, maka akan menyebabkan kelebihan produksi gas di perut, sehingga membuat anda mengalami perut kembung bersama dengan gejala lainnya.

Beberapa makanan paling umum membuat orang-orang mengalami alergi dan intoleran termasuk:

  • Laktosa: Intoleransi terhadap laktosa biasanya akan menyerang sistem pencernaan anda. Gejalanya pun beragam, salah satu diantaranya adalah perut kembung. Laktosa sendiri merupakan karbohidrat utama yang terdapat dalam susu.
  • Fruktosa: Intoleransi terhadap fruktosa juga bisa membuat anda terkena perut kembung.
  • Telur: Produksi gas berlebih dan perut kembung juga merupakan gejala umum yang terjadi pada orang-orang yang alergi terhadap telur.
  • Gandum dan gluten: Banyak sekali orang yang merasa intoleransi terhadap gluten, atau sejenis protein yang ditemukan dalam gandum. Intoleransi ini akan berefek pada saluran pencernaan termasuk perut kembung.

Baik laktosa dan fruktosa adalah bagian dari kelompok yang lebih besar dari karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh anda, atau dikenal pula dengan sebutan FODMAP. Intoleransi terhadap FODMAP juga merupakan salah satu penyebab paling umum seseorang terkena perut kembung dan sakit perut.

Hindari Menelan Udara dan Gas

Memang terdengar aneh, tapi sebenarnya anda seringkali menelan udara dan gas tanpa anda sadari. Terdapat dua sumber gas di dalam sistem pencernaan anda, yaitu gas yang diproduksi oleh bakteri di perut, dan udara atau gas yang anda telan ketika makan atau minum.

Jenis makanan atau minuman yang paling memberikan anda dampak nyata adalah minuman bersoda. Meskipun rasanya enak dan menyegarkan, tetapi minuman bersoda sebenarnya mengandung karbondioksida yang bisa lepas dari cairan sesaat setelah sampai di perut anda.

Mengunyah permen karet, minum melalui sedotan, makin sambil berbicara, dan makan terburu-buru merupakan kebiasaan buruk yang bisa membuat anda menelan udara dan gas tanpa anda sadari.

Hindari Makanan Penyebab Gas

Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu sumber gas di dalam sistem pencernaan anda berasal dari bakteri di perut. Bakteri tersebut pun sebenarnya menciptakan gas akibat anda mengkonsumsi makanan tertentu.

Beberapa jenis makanan dengan serat tinggi bisa membuat bakteri perut memproduksi gas dengan kadar tinggi. Beberapa yang paling dominan adalah polong-polongan dan gandum utuh.

Memang benar jika makanan berserat dapat memperlambat pencernaan dan pengosongan perut, kondisi ini tentunya sangat menguntungkan bagi anda yang tengah menjalani diet menurunkan berat badan. Tetapi bagi yang tengah menderita perut kembung, efeknya tidak begitu menguntungkan.

Jalani Diet Rendah FODMAP

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS – irritable bowel syndrome) merupakan gangguan saluran pencernaan yang paling umum terjadi, meskipun penyebab pastinya masih belum diketahui. Kondisi medis ini telah mempengaruhi sebanyak 14% penduduk dunia dan sebagian besar belum terdiagnosa.

Gejala dari penyakit IBS pun bisa berupa perut kembung, sakit perut, ketidaknyamanan di perut, dan diare atau konstipasi. Tetapi sebagian besar penderita IBS mengalami perut kembung, dan sekitar 60% diantaranya melaporkan bahwa perut kembung mereka jauh lebih buruk daripada gejala nyeri perut yang mereka juga rasakan.

Berbagai macam penelitian pun akhirnya dilakukan dan menunjukkan bahwa karbohidrat yang tidak bisa dicerna bernama FODMAP bisa memperparah gejala perut kembung secara drastis bagi penderita IBS. 

Sementara itu, diet rendah FODMAP sudah terbukti mampu mengurangi gejala dari perut kembung secara nyata, setidaknya bagi para penderita IBS.

Jadi, jika anda selalu mengalami perut kembung, cobalah mengurangi asupan makanan FODMAP di keseharian anda. Beberapa contoh makanan yang tinggi akan FODMAP diantaranya: gandum, bawang putih, bawang merah, brokoli, kubis, kembang kol, artichoke, polong-polongan, apel, pear, dan semangka.

Konsumsi Suplemen Enzim Pencernaan

Beberapa obat-obatan bebas tentunya bisa membantu mengatasi perut kembung anda, seperti misalnya suplemen enzim yang dapat membantu memecah karbohidrat yang tidak bisa dicerna dalam tubuh.

Beberapa jenis yang bisa dicoba diantaranya:

  • Laktase: sejenis enzim yang dapat memecah laktosa, yang mana sangatlah bermanfaat bagi mereka yang merasa intoleransi terhadap laktosa.
  • Beano: Mengandung enzim alpha-galactosidase, yang mana dapat membantu memecah karbohidrat yang tak bisa dicerna dari berbagai macam makanan yang anda konsumsi.

Dalam kebanyakan kasus, kedua jenis suplemen ini dapat memberikan anda kesembuhan secara langsung, tetapi ikuti dosis yang sudah tertera di label atau ikuti anjuran dokter bila perlu.

Hindari Konstipasi

Konstipasi juga termasuk ke dalam jenis masalah saluran pencernaan yang paling umum mendera banyak orang. Penyebabnya pun bisa sangat beragam, tergantung setiap individu yang mengalaminya.

Sayangnya, jika anda mengalami konstipasi maka bisa memperparah gejala perut kembung anda. 

Salah satu cara mengatasi konstipasi adalah dengan meningkatkan asupan serat dari makanan. Tetapi karena serat dan FODMAP dilarang bagi penderita perut kembung, maka anda harus mengambil cara lain dalam mengatasi konstipasi anda tersebut.

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mulai meningkatkan asupan cairan anda dari air putih atau meningkatkan aktivitas fisik anda, yang mana keduanya telah terbukti mampu melawan konstipasi secara efektif. 

Cobalah Minyak Peppermint

Perut kembung juga bisa disebabkan oleh perubahan fungsi pada otot-otot di saluran pencernaan anda. Jadi dengan mengatasi masalah tersebut, maka diharapkan mampu mengurangi atau bahkan menyembuhkan kondisi perut kembung anda tersebut.

Sejenis obat yang disebut antispasmodics sangatlah berguna dalam membantu mengurangi kram otot. Tetapi jika anda ingin menghindari obat-obatan, minyak peppermint juga memiliki senyawa alami yang memberikan efek sama terhadap otot perut anda.

Banyak penelitian juga yang telah membuktikkan bahwa minyak peppermint mampu mengurangi berbagai macam gejala IBS pada penderitanya, termasuk perut kembung. 

Jika anda bingung cara mengkonsumsi minyak peppermint secara langsung, maka akan lebih disarankan untuk memilih minyak peppermint dalam bentuk suplemen, yang mana tersedia di banyak toko obat dan apotek terdekat.

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja