[RUMUS] Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

4 Likes Comment
rumus cara menghitung bunga tunggal dan bunga majemuk

Bunga pada istilah perbankan, merupakan imbalan jasa atas dana yang kita simpan maupun imbalan atas pinjaman. Sejumlah nominal tertentu yang ditambahkan di nilai awal jumlahnya akan berbeda tergantung jangka waktunya. Dan untuk menghitung bunga ini terdapat dua cara yaitu bunga tunggal serta bunga majemuk. Untuk lebih memahami keduanya, kamu bisa menyimak ulasan mengenai perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk berikut.

Pengetian dan Rumus Penghitungan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

> Contoh Soal dan Rumus Bunga Tunggal

Bunga Tunggal merupakan bunga yang diberikan sesuai dengan hitungan modal awal, sifatnya tetap atau hanya dari awal periode hingga akhir. Contoh paling nyata adalah saat kita menabung di bank, dalam jangka waktu tertentu kita akan mendapatkan bunga. Bunga yang diberikan juga akan sama dari awal menabung. Akan semakin besar jumlahnya jika kita menabung dalam jangka waktu yang lama. Dalam bunga tunggal mengenal yang namanya  modal.

Modal sendiri merupakan jumlah dari yang telah dibungakan. Modal awal adalah yang dikeluarkan di awal dan sebelum dibungakan. Sementara untuk modal akhir adalah modal yang telah dibungakan. Padahal suku bunga akan diprosentasekan dalam satuan waktu. Untuk menghitung bunga tunggal ada rumus yang digunakan. Dan perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk yang sangat terlihat adalah pada bagian modal.

Modal memang dasar untuk kita mengetahui bunga tunggalnya. Untuk menghitungnya, terdapat rumus tersendiri. Rumusnya yaitu Mt=Mo (1+it). Mt adalah salto setelah t tahun, Mo merupakan saldo pertama atau juga disebut modal awal. Sementara untuk i adalah presentase bunga dengan T sebagai jangka waktu biasanya menggunakan satuan tahun. Agar kamu bisa memahami rumus itu dengan mudah, kamu bisa melihat contoh soal berikut.

Baca Juga:  Awas Salah! Ini Perbedaan Invoice dan Kwitansi

Diketahui, modal pinjaman Rp. 1 juta dengan bunga sebanyak 2% tiap bulannya. Maka berapa jumlah modal setelah 5 bulan?

Maka tinggal masukkan saja di dalam rumusnya. Mo = 1 juta (1 + 5 x 2/100) = Rp. 1.100.000. terdapat juga soal yang akan meminta untuk menghitung presentase bunganya. Maka tinggal gunakan rumus b = B/Mo x 100%. Misalnya bunga tunggal sebanyak Rp. 50 ribu dan modal awalnya Rp. 1 juta. Presentasenya b= 50000/1000000 x 100% = 5%. Rumus ini juga menjadi perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk yang harus diketahui.

> Contoh Soal dan Rumus Bunga Majemuk

Setelah mengenal bunga tunggal, maka selanjutnya adalah mengetahui bunga majemuk. Bunga majemuk sendiri akan diberikan sesuai dengan modal awal dan juga akumulasi dari bunga pada periode yang sebelumnya. Bunga majemuk memiliki variasi yang cukup banyak dan bisa berubah ubah setiap periodenya. Contohnya adalah ketika menjual kendaraan, yang harganya akan berubah setiap periode maupun variasinya.

Bunga majemuk dihitung berdasarkan saldo sebelumnya sehingga rumusnya juga akan berbeda. Jika modal awal dilambangkan dengan Mo dan mendapat bunga majemuk sebanyak b (dalam presentase) setiap bulannya. Maka setelah n bulan, jumlah modalnya Mn akan menjadi Mn = Mo (1+b)ⁿ. Agar kamu mengetahui lebih detail ada baiknya jika disajikan dalam bentuk penyelesaian soal. Berikut ada contoh soal yang bisa diperhatikan agar makin jelas.

Contoh, modal pinjaman diketahui sebanyak Rp. 1.000.000 dan memiliki bunga majemuk sebanyak 2% setiap bulannya. Maka setelah jangka waktu 5 bulan berapa jumlah modalnya? Bisa diselesaikan dengan menggunakan rumus di atas

Mn = 1000000 (1+0,02) ⁵ = Rp. 1 104 080, 80

Dan jika modal awal yakni Mo disimpan pada bank akan mendapatkan bunga sebanyak b setiap tahunnya. Lantas perhitungan m kali selama satu tahun, sehingga besar modal besar ketika akhir tahun menjadi ke n. Untuk mengetahui hal tersebut menggunakan rumus yang berbeda. Mn = Mo (1 + b/m)mn

Baca Juga:  Perbedaan Kredit Aktif dan Kredit Pasif Beserta Contoh

Mo =  1 juta, m 12 kali, n = 2 tahun dan untuk b nya = 6%. Hitungannya menjadi Mn = 1000000 (1 + 0.06/12)12×2 = 1 127 159 78. Penghitungan ini tentunya bisa digunakan sesuai dengan keperluan soalnya. Perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk setelah melihat contoh soalnya akan lebih paham.

Tidak sulit untuk mengetahui tentang bunga tunggal serta bunga majemuk. Yang diperlukan hanyalah mengetahui perbedaannya. Dimana bunga tunggal hanya satu variasi dan tak akan berubah, berbeda dengan bunga majemuk yang lebih bervariasi dan bisa berubah. Rumus yang digunakan juga berbeda sehingga bisa dihafalkan agar mudah mengerjakan soal soal. Perbanyak latihan agar makin paham materi satu ini.

You might like

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja