Perbedaan Konotasi dan Denotasi + Contoh Kalimat

5 Likes Comment
Perbedaan Konotasi dan Denotasi Contoh Kalimat

Terdapat beragam hal menarik saat kamu belajar di bidang ilmu bahasa. Salah satunya adalah saat membahas mengenai masalah makna akan suatu kata atau kalimat. Di dalam cabang ilmu tersebut terdapat istilah denotasi dan juga konotasi yang memiliki arti berbeda saat dilihat lebih dalam. Lalu apa saja perbedaan konotasi dan denotasi tersebut? Mari simak penjelasannya secara lebih lengkap berikut ini.

Pengertian dari Istilah Konotasi

Jika dilihat pada KBBI, pengertian dari istilah konotasi adalah sebuah kata yang memiliki makna lain atau berbeda di baliknya. Konotasi juga lebih dikenal sebagai makna afektif. Hal ini disebabkan karena hal tersebut mengacu pada aspek emosi dari suatu istilah. Dari pengertian yang ada di dalamnya, konotasi dapat diibaratkan sebagai gagasan atau perasaan yang menyertai suatu kata yang diutarakan, baik perasaan positif maupun negatif.

Ciri Ciri dan Contoh dari Kalimat Bermakna Konotasi

Setelah mengetahui pengertian yang ada di baliknya, kata atau kalimat yang memiliki makna konotasi juga memiliki ciri ciri tersendiri yang dapat diketahui. Ciri ciri tersebut tentu saja berkaitan dengan makna. Makna dari kata atau kalimat konotasi bukanlah makna sebenarnya. Perbedaan konotasi dan denotasi berupa ciri ciri yang lain juga masih berkaitan dengan makna. Makna tambahan yang ada juga merupakan nilai rasa.

Ciri ciri yang selanjutnya adalah dari makna tambahan yang akan dikenakan pada sebuah makna yang konseptual. Terdapat contoh kalimat konotasi yang dapat ditemui dalam bahasa lisan maupun tulisan. Seperti misalnya, ibu telah banyak makan asam garam kehidupan. Makan asam garam kehidupan yang dimaksud disini adalah telah memperoleh banyak pengalaman hidup yang baik dan juga buruk.

Baca Juga:  Perbedaan Etika dan Etiket Beserta Contohnya

Pengertian dari Istilah Denotasi

Berkebalikan dengan konotasi, denotasi adalah suatu makna yang sebenarnya dari sebuah kata. Pengertian ini juga akan dijabarkan secara lebih jelas pada KBBI. Jika makna konotasi dikenal sebagai makna afektif, maka makna denotasi memiliki lebih dikenal dengan makna kognitif. Dapat disimpulkan bahwa makna denotasi ini adalah arti primer atau literal dari suatu kata. Saat kalimat tidak memiliki arti yang ambigu atau ganda, maka kalimat tersebut ialah denotasi.

Ciri Ciri dan Contoh dari Kalimat Bermakna Denotasi

Perbedaan konotasi dan denotasi dari segi ciri ciri dan contoh juga dapat diamati dengan mudah. Ciri ciri dari kalimat yang bermakna denotasi ini ialah memiliki makna yang apa adanya. Makna kata pada kalimat denotasi juga akan sesuai dengan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan. Selain itu, makna tersebut juga akan menunjukkan secara langsung pada makna di acuan dasarnya.

Terdapat banyak jenis kalimat yang memiliki makna denotasi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sebut saja kalimat berupa, Anto sedang makan soto ayam. Makna dari kata makan pada kalimat ini memiliki artian sebenarnya di dalam KBBI. Makan sendiri adalah suatu aktivitas dalam memasukkan makanan ke dalam mulut, lalu mengunyah dan menelannya. Dari ulasan ini, itulah beragam perbedaan konotasi dan denotasi yang dapat dipahami.

Di bidang ilmu tertentu, makna dari denotasi dan konotasi ini akan diulas secara lebih dalam. Pemahaman akan kedua makna tersebut juga memiliki beragam manfaat di kehidupan nyata. Proses komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih juga dapat terjalin dengan baik dengan memperhatikan makna kalimat di baliknya. Beragam karya dalam bentuk tulisan juga terlihat lebih menarik dengan memasukkan salah satu makna tersebut.

Baca Juga:  Perbedaan Etika dan Etiket Beserta Contohnya

You might like

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja