Perbedaan Kredit Aktif dan Kredit Pasif Beserta Contoh

5 Likes Comment
apa perbedaan kredit aktif dan kredit pasif

Istilah kredit sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, yang kehidupannya berdekatan dengan perbankan. Orang mengidentikkan kredit sebagai sarana simpan pinjam, yang cukup membantu perekonomian. Bahasa sederhana dari kredit ialah cicilan yang difungsikan untuk kebutuhan khusus. Dalam dunia perbankan terdapat kredit aktif dan kredit pasif yang menunjang ekonomi. Lalu apa perbedaan kredit aktif dan kredit pasif? Simak ulasannya berikut.

Penopang Perekonomian Masyarakat

Hidup di negara berkembang tidak membuat masyarakatnya mempunyai kelas ekonomi yang sejajar. Ada kesenjangan yang terbentang cukup luas antara si kaya dan si miskin. Hal ini terjadi karena pembagian ekonomi yang tidak merata di seluruh wilayah. Ketimpangan tersebut membuat beberapa orang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan. Sehingga membutuhkan tangan perbankan yang memberikan solusi kredit untuk masyarakat.

Ada beberapa pendapat tentang pemberlakuan kredit di masyarakat, bahkan ada dampak positif dan negatifnya. Dalam kacamata masyarakat, mereka membutuhkan kredit untuk memenuhi kebutuhan. Mengingat harga barang yang terus meningkat tetapi pendapatan tidak cukup untuk membelinya. Maka kredit menjadi solusi alternatif supaya kebutuhan sandang, papan, dan pangan tetap terpenuhi.

Sedangkan dari sudut pandang perbankan, sistem kredit diperlukan dalam perputaran uang. Deposito yang disimpan di bank harus disalurkan ke masyarakat, agar tidak membeku di rekening perbankan. Tujuannya untuk mendorong produktivitas sektor riil, yang nantinya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Setidaknya tindakan ini difungsikan agar suasana ekonomi kembali ke arah yang lebih kondusif.

Anda bisa mempelajari sistem kredit lewat perbedaan kredit aktif dan kredit pasif, yang mempunyai cara kerja berbeda. Perbankan sendiri membagi kredit dalam berbagai jenis, dan disalurkan dalam bentuk yang tidak sama. Untuk kredit aktif berarti bank menjual kredit ke masyarakat, sedangkan kredit pasif membeli dana dari masyarakat. Produk yang ditawarkan pun tidak sejenis, serta memiliki nilai manfaat tersendiri.

Baca Juga:  [RUMUS] Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Tujuan Pemberian Kredit untuk Masyarakat

Penyaluran sistem kredit yang terus meningkat, dapat mendorong efektivitas pertumbuhan ekonomi. Perbankan sendiri mempunyai visi dan misi yang harus dipenuhi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Lewat sistem kredit bank akan mendapatkan keuntungan berupa bunga yang diterima. Bunga tersebut merupakan balas jasa yang dibebankan kepada nasabah, dan digunakan untuk kegiatan operasional perbankan.

Sedangkan bagi nasabah, fasilitas kredit diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi. Bahkan belakangan ini bank mulai mendorong adanya kredit berupa dana investasi, serta dana untuk modal kerja. Kredit ini dapat diterima oleh perseorangan maupun lembaga tertentu, untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya. Supaya tidak sekedar meminjam namun ada peningkatan perekonomian yang diberikan.

Sistem kredit sendiri mempunyai pengaruh besar terhadap perekonomian negara. Disinilah perbedaan kredit aktif dan kredit pasif begitu mempengaruhi sistem penyaluran. Penyaluran kredit yang sesuai dengan aturan perundangan, dapat meningkatkan pembangunan di berbagai sektor. Dampaknya cukup baik untuk meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.

> Produk yang Terdapat dalam Kredit Aktif

Ada beragam cara perbankan untuk meyalurkan dana kepada masyarakat. Salah satunya pemberlakuan kredit aktif, yang dirupaka dalam suatu produk. Pertama ada Kredit Rekening Koran (R/K), yang mana bank memberikan pinjaman  kepada nasabah sesuai kebutuhan. Cara pengambilannya harus sebagian-sebagian menyesuaikan dengan kepentingan nasabah. Ada jaminan berupa surat-surat berharga, serta barang bergerak maupun tidak bergerak.

Kedua Kredit Aksep, jenis pinjaman dengan mengeluarkan wesel yang dapat diperdagangkan. Inilah yang menjadi perbedaan kredit aktif dan kredit pasif, cara bank menyalurkan dananya ke masyarakat. Kredit aktif harus menjaminkan surat berharga ataupun jenis benda yang mempunyai nilai jual. Baru setelah itu pinjaman diberikan kepada nasabah dengan ketentuan bunga dan biaya administrasi yang disepakati.

Baca Juga:  Awas Salah! Ini Perbedaan Invoice dan Kwitansi

Selanjutnya ada Kredit Reimburs, dimana pinjaman diberikan atas dasar pembelian sejumlah barang. Barang tersebut dibayar terlebih dahulu oleh bank, kemudian nasabah menjualkannya ke pasaran. Setelah mendapatkan hasil penjualan baru diserahkan kepada bank, sejumlah pembayaran yang dilakukan oleh bank. Hal ini cukup menguntungkan bagi kedua pihak, sebab sama-sama mendapatkan keuntungan yang bersamaan.

> Produk yang Ada di Kredit Pasif

Kredit pasif merupakan cara perbankan untuk meghimpun dana dari masyarakat. Kemudian dirupakan dalam berbagai bentuk kredit. Pertama Giro, simpanan yang digunakan sebagai alat pembayaran. Disinilah letak perbedaan kredit aktif dan kredit pasif lewat produk yang disediakan oleh perbankan. Giro dapat menyimpan uang dalam jumlah mencapai miliyaran dan bisa dicairkan di bank tertentu.

Kedua Deposito Berjangka, yang mana simpanan baru boleh ditarik dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya ada Sertifikat Deposito yang bukti  penyimpanannya, bisa menjadi alat transaksi perdagangan. Keempat baru ada tabungan yang tidak memiliki jangka waktu kapanpun. Artinya masyarakat bebas menyimpan uang di rekening, dan menariknya langsung saat ada kebutuhan mendesak.

Terakhir ada Deposito on Call dan Deposito Automatic Roll Over, yang sifatnya jangka panjang. Namun keduanya memiliki sistem kerja berbeda, dan melibatkan perbankan dalam transaksinya. Deposito yang disimpan masih aman di tangan para perbankan, dan bisa diambil ketika deposan benar-benar membutuhkannya. Nilai bunga yang dibebankan pun langsung diperhitungkan secara otomatis. Serta langsung memotong jumlah simpanan yang terdapat dalam deposito.

Sistem kredit memang cukup mempengaruhi produktivitas ekonomi di masyarakat. Bisa dibilang pihak perbankan berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi. Ada kredit pasif dan kredit aktif yang menjadi instrument dalam penyaluran dana di masyarakat. Bedanya kredit pasif digunakan untuk menghimpun dana. Sedangkan kredit pasif difungsikan sebagai penyalur dana. Biasanya dirupakan dalam bentuk investasi atau modal kerja untuk mengurangi pengangguran.

Baca Juga:  [RUMUS] Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

You might like

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja