Inilah 4 Perbedaan Saprofit dan Parasit!

10 Likes Comment
Perbedaan Saprofit dan Parasit

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran bakteri ikut mempengaruhi kehidupan manusia. Ada bakteri yang berguna dan ada pula yang berbahaya, semuanya sudah dikelompokkan sesuai golongannya.

Meskipun terlihat kecil dan kurang berguna bukan berarti tidak perlu untuk dipelajari. Maka dari itu lewat perbedaan saprofit dan parasit, anda akan tahu seberapa penting bakteri di muka bumi. Ulasan dibawah akan menjawab rasa penasaran anda.

Organisme Penting dalam Kehidupan Manusia  

Parasit diartikan sebagai organisme yang kehidupannya bergantung pada tumbuhan inang. Ia mengambil sumber makanan dari organisme yang sedang ditempati, serta tinggal dalam jangka waktu yang lama. Inang tidak akan mendapatkan manfaat apapun dari hidup bersama parasit di tubuhnya. Semakin hari tubuh sang inang akan terus mengalami kerusakan dan antibodinya melemah. Sebab parasit mulai mengambil semua nutrisi dalam tubuh inang.

Sedangkan saprofit termasuk jenis organisme yang memakan jasad yang sudah mati. Dibandingkan dengan parasit sebenarnya saprofit lebih mengutungkan untuk pengurai zat busuk. Ia bisa menguraikan sampah-sampah organik agar tidak mengendap di dalam tanah. Sebab sampah yang tidak segera diuraikan dapat merusak unsur hara tanah, sehingga tanaman tidak tumbuh subur. Bisa dibilang kehadiran saprofit sangat menguntungkan untuk kehidupan bumi.

Baik Saprofit dan Parasit keduanya merupakan makhluk hidup, yang mempunyai nilai manfaatnya masing-masing. Adanya perbedaan saprofit dan parasit membuat anda tahu, bahwa bakteri mempunyai peran bagi kehidupan manusia.  Parasit tidak selamanya membunuh inang yang ditempatinya, justru membantu inang tersebut untuk segera mati. Biasanya karena usia tumbuhan inang sudah waktunya mati, tetapi tidak ada yang membantunya.

Baca Juga:  Pengertian Serta Perbedaan Fenotip dan Genotip

Manfaat Saprofit dan Parasit Bagi Kehidupan Manusia

Jika ditelusuri memang saprofit yang banyak menghasilkan manfaat bagi kehidupan manusia. Bentuknya dapat berupa eukariota dan prokariota, yang menjadi pengurai penting dalam spesies tumbuhan. Namun sebagian besar saprofit ada yang tidak memakan berbagai macam substrat. Sisanya menggunakan sejumlah terbatas sumber bahan organik yang memanfaatkan sejumlah sumber bahan organik.

Saprofit mempunyai peran penting dalam suatu ekosistem, bahkan bermanfaat dalam lingkaran  biosfer. Ia memproses zat organik dari organisme autorifik dan heterotrofik, sehingga tanah tidak ditutupi oleh bahan organik mati. Beberapa spesies saprofit dapat menguraikan zat organik yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. Kemudian diuraikan kembali menjadi zat anorganik, yang mampu diterima oleh unsur hara tanah.

Dari sini mungkin anda mulai memahami  perbedaan saprofit dan parasit, bakteri mana yang punya pengaruh lebih besar. Namun perlu anda pahami bahwa organisme parasit tidak selamanya dianggap merugikan. Parasit yang hidup dalam tubuh manusia seringnya dianggap sebagai penyebab kematian. Bahkan manusia berusaha sebaik mungkin untuk menghindari infeksi, supaya parasit tidak tumbuh dalam tubuhnya.

Meskipun berpotensi membahayakan, namun tidak semua parasit hidup dalam anggapan yang serupa. Justru Ia dapat membantu penderita untuk mengatasi infeksi yang mematikan. Ada parasit yang mampu mempertahankan tubuh, yang menjadi inangnya, dari serangan berbagai infeksi. Hal ini cukup membuktikan bahwa parasit juga bisa melindungi tubuh manusia. Ia turut membantu dalam membasmi virus yang berusaha masuk dalam organ vital manusia.

Tidak selamanya perbedaan saprofit dan parasit membuat sebuah opini, bahwa bakteri sangat merugikan manusia. Terbukti bahwa parasit yang hidup pada tumbuhan teh dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dengan kecanggihan teknologi benalu tersebut diolah menjadi flavonoid. Sebuah antioksidan yang merupakan senyawa anti virus, dan mampu merangsang kekebalan tubuh. Biasanya digunakan sebagai obat anti kanker untuk stadium yang masih standar.

Baca Juga:  Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae + Contoh

Sama halnya dengan saprofit yang hidup di dalam usus manusia, ternyata tidak membawa dampak kerugian. Justru kehadirannya ikut menstimulasi saluran pencernaan, supaya bekerja sesuai tempatnya. Bakteri tersebut bernama Eschericia Coli yang berperan dalam pembusukan sisa-sisa makanan di area usus besar. Atau jenis bakteri Lactobacillus Garicus yang mempunyai peran penting dalam pembuatan yogurt.

Perlu Waspada dengan Keberadaannya

Meskipun ada beberapa dampak positif adanya bakteri dalam kehidupan manusia. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada sisi negatifnya. Bagaimanapun keduanya organisme yang bisa saja merusak inang yang ditempatinya. Walaupun perbedaan saprofit dan parasit sudah jelas masih menguntungkan yang mana. Tetapi zat pengurai bisa saja merusak lingkungan dan ekosistem alam secara perlahan.

Sumber virus penyakit kebanyakan berasal dari parasit, yang terus dibiarkan tumbuh dalam tubuh si inang. Contohnya kolera yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae, yang mana berpotensi merenggang nyawa penderitanya. Bakteri kolera dapat ditemukan di air minum atau masakan laut yang sudah terkontaminasi. Gejalanya berupa diare sedang yang berlangsung selama 14 hari berturut-turut. Hingga si penderita kekurangan cairan dalam waktu yang cepat.

Sama halnya dengan saprofit yang tidak selamanya baik untuk ekosistem. Benar adanya Ia merupakan sumber pengurai yang baik. Namun tidak semua hasilnya diterima oleh unsur hara tanah, malah menghambat perkembangan tumbuhan. Sebab terkadang saprofit mengambil nutrisi tanah yang seharusnya menjadi sumber makanan para tumbuhan. Belum lagi dekomposer tersebut butuh waktu ratusan tahun untuk menguraikan sampah-sampah organik.

Punya Tempat Hidup yang Tidak Sama

Pada perbedaan saprofit dan parasit dibahas bahwa tempat hidup keduanya berbeda. Parasit menyukai hidup menumpang pada inang tertentu, yang sekiranya memberikan manfaat untuk tubuhnya. Sedangkan saprofit dapat hidup di sembarang tempat asalkan terdapat sumber substrat. Sebenarnya baik saprofit dan parasit cukup merugikan untuk kehidupan, sebab hidupnya yang menyerap sumber nutrisi yang dari zat baik tempat lain.

Baca Juga:  Perbedaan Hama dan Penyakit Pada Tanaman

Oleh sebab itu perlu berhati-hati dengan keduanya, namun tidak dapat dihindari. Bagaimanapun juga mereka bagian dari ekosistem alam yang tidak bisa dihilangkan. Keduanya merupakan makhluk hidup yang juga memiliki hak seperti organisme lainnya. Hanya saja cara mereka untuk bertahan berbeda-beda, dengan mematikan sumber utama hidupnya. Serta menyerap sari-sari makanan dan berpotensi merugikannya jauh lebih besar.

Menyalami sisi kehidupan lain dari alam memang sangat menarik, serta menambah pengetahuan baru. Mereka hadir sebagai pelengkap meskipun keberadaannya lebih banyak merugikan. Seperti parasit yang menyerap sumber makanan dari inangnya, dan membunuh si inang secara perlahan. Ada pula saprofit yang berperan sebagai decomposer untuk mengurai sampah. Kedua bakteri tersebut diklasifikasikan dalam organisme yang berbahaya dan menguntungkan.

You might like

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja