Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis Pada Sistem Reproduksi Manusia

36 Likes Comment
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Sebelum memasuki masa fertilisasi atau pembuahan, setiap sel sperma dan ovum harus lebih dulu melalui proses pematangan. Hal ini jadi proses yang penting dalam reproduksi yang dialami oleh manusia. Akan tetapi, ada perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang harus anda pahami karena membutuhkan waktu serta proses yang tidak sama. Yuk cek ulasannya di sini!

Apa itu Spermatogenesis dan Oogenesis?

Pengertian Spermatogenesis

Istilah spermatogenesis mengacu pada proses yang terjadi hingga sel sperma terbentuk di organ reproduksi pria. Tempat terjadinya pembentukan ini, yaitu testis atau lebih tepatnya tubulus seminiferus. Proses tersebut berlangsung secara terus menerus, meskipun tidak semua area menghasilkan sel secara bersama sama dengan kurun waktu pematangan sekitar 74 hari.

Di dalam tubulus tersebut ada sel germinal yang cukup banyak dan dikenal dengan nama spermatogonia. Sel di dalamnya yang belum berkembang maka akan berubah jadi sel sperma dewasa atau sel sperma primer. Setelah itu, terjadi fase istirahat yang membuat sel tersebut membelah menjadi sel sperma sekunder dengan jumlah sitoplasma yang lebih banyak daripada sebelumnya.

Pengertian Oogenesis

Bila sebelumnya telah membahas seputar tahapan dari pembentukan sel sperma pada organ pria, maka kali ini beralih ke organ reproduksi wanita. Proses satu ini ada beberapa perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang cukup signifikan. Tahapan hingga jadi sel ovum cukup panjang bila dibandingkan dengan sel sperma yang dimiliki oleh laki laki, begitu pula dengan waktu pematangannya.

Dimulai dari oogonia yang harus membelah lebih dulu untuk jadi oosit primer. Setelah itu, pembelahan terjadi secara meiosis untuk melalui tahap profase satu. Tak hanya itu, meiosis kedua pun terjadi untuk menghasilkan dua sel yang disebut oosit sekunder dan badan kutub. Oosit sekunder itulah yang dapat beralih ke tuba falopi dan siap dibuahi oleh sel sperma yang masuk ke organ wanita.

Baca Juga:  Pengertian, Perbedaan Difusi dan Osmosis + Contoh

Perbedaan Proses Pembentukan Sperma dan Ovum

Perbedaan mendasar yang telah diketahui oleh banyak orang, yaitu proses spermatogenesis ini terjadi pada pria. Alat yang dipakai untuk membentuknya, yaitu testis atau lebih tepat berada di tubulus seminiferus. Sedangkan oogenesis terjadi pada sistem reproduksi wanita dengan letaknya berada di ovari fetus wanita dan siap disalurkan ke tuba falopi untuk proses pembuahan oleh sperma.

Untuk membentuk suatu sel, maka harus membelah lebih dulu agar hasil akhirnya menjadi 1n atau sel haploid. Salah satu perbedaan spermatogenesis dan oogenesis kali ini mengacu pada proses pembelahan yang dialami oleh keduanya. Kedua proses ini mengalami meiosis untuk memecah sel diploid atau 2n menjadi sel haploid, sehingga siap untuk membuahi atau dibuahi.

Akan tetapi, proses pembelahan meiosis yang dialami oleh kedua proses tersebut cukup berbeda. Bila proses spermatogenesis menghasilkan pembelahan yang simetris atau ukuran yang sama. Sedangkan pada proses oogenesis menghasilkan ukuran yang beda, meskipun jumlah selnya sama. Sel yang lebih besar disebut dengan oosit sekunder, sedangkan yang lebih kecil disebut badan kutub.

Poin terakhir yang sering kali belum diketahui oleh banyak orang, yaitu waktu terjadinya proses tersebut. Spermatogenesis membutuhkan waktu yang lebih pendek, karena proses pembelahan yang singkat. Sedangkan untuk oogenesis membutuhkan waktu yang panjang, sehingga perbedaan spermatogenesis dan oogenesis satu ini terlihat cukup signifikan.

Sebelum sel sperma bergerak ke tuba falopi dan membuahi sel ovum, harus melalui proses pembentukan lebih dulu. Hal itu juga berlaku untuk sel ovum yang membutuhkan tahapan lebih panjang. Proses ini dibutuhkan untuk mengubah sel diploid menjadi sel haploid agar pembuahan menghasilkan individu dengan jumlah sel diploid dan terlahir secara sempurna.

Baca Juga:  Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae + Contoh

You might like

Avatar

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja